Follow by Email

Kamis, 06 Desember 2012

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 5 (BAG.1)

REVIEW 10

PENGARUH SIKAP WIRAUSAHA MANAJER DAN PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN PRODUK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP  KINERJA USAHA KOPERASI

Oleh: 
KARTIB  BAYU

Kinerja usaha koperasi yang unggul  terwujud jika sikap wirausaha manajer positif, tingkat partisipasi yang aktif dan strategi pemasaran dapat diimplementasikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai profil sikap wirausaha manajer, partisipasi anggota, implementasi strategi pemasaran, dan profil kinerja usaha koperasi. Serta untuk memperoleh kejelasan hubungan sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota dan pengaruhnya terhadap implementasi strategi pemasaran dan implikasinya terhadap kinerja usaha koperasi. Metode penelitian yang digunakan descriptive research dan verificative research.  Jenis data yang digunakan cross sectional,  unit analisisnya Koperasi Unit Desa (KUD) dengan responden manajer 109 orang, pengurus 109 orang dan anggota 218 orang. Untuk menguji hipotesis digunakan statistik multivariat dengan alat uji Structural Equation Model (SEM).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Sikap wirausaha manajer KUD di Jawa Barat kecenderungan sudah positif.  Partisipasi kecenderungan  sudah aktif.  Implementasi strategi pemasaran kecenderungan belum baik. Kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat kecenderungan
sudah baik. Sikap wirausaha manajer mempunyai hubungan yang erat dengan partisipasi anggota.  Sikap wirausaha manajer  dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun  secara simultan berpengaruh terhadap  implementasi strategi pemasaran.  Sikap wirausaha manajer  dan partisipasi anggota baik secara parsial maupun secara simultan berpengaruh  terhadap kinerja usaha koperasi. Implementasi strategi pemasaran berpengaruh terhadap kinerja usaha koperasi 


 Keywords : Attitude, Manager Entrepreneurial, Member,s Participation, Implementation
of Marketing Strategy And Cooperative Business Performance.


PENDAHUUAN

Pembangunan koperasi di Jawa Barat, tidak terlepas dari dinamika pengembangan Koperasi Unit Desa (KUD). Dimana  KUD  ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dipedesaan.  Namun dengan berbagai  kendala yang dihadapi, KUD belum mampu mengangkat derajat perekonomian masyarakat di pedesaan dan masih tergolong  lemah.  Perbandingan keadaan KUD dan  Non KUD di Provinsi Jawa Barat seperti pada Tabel 1.


Tabel.1. Keadaan KUD dan Non KUD di Provinsi Jawa Barat Tahun 2006.

No
Keragaan
KUD
Non KUD
1.
Jumlah Anggota/ unit koperasi (orang)
3.487,00
265,00
2.
Modal Sendiri/ unit koperasi (Rp)
347.492.863,00
261.320.497,00
3.
Simpanan/ anggota (Rp)
99.640,00
983.705,00
4.
Volume Usaha/ unit koperasi (Rp)
3.026.193.257,83
454.474.235,97
5.
SHU/ unit koperasi (Rp)
20.364.746,00
53.431.347,00
6.
SHU/ anggota (Rp)
2.630,00
88.820,00
7.
Jumlah Karyawan/ unit koperasi (orang)
14,00
5,00
8.
Koperasi memiliki manager (%)
66,00
28,50
Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat, 2007 (diolah).


Fenomena keberadaan KUD di tengah gerakan koperasi nasional sudah menonjol sejak awal orde baru.   KUD yang banyak didukung oleh pemerintah merupakan pusat pelayanan masyarakat desa,mengemban tugas untuk meningkatkan status ekonomi pedesaan yang didukung dengan Inpres No. 4 Tahun 1973 tentang perubahan dari Badan Usaha Unit Desa (BUUD) menjadi Koperasi Unit Desa, yang bertugas untuk mengelola perekonomian di pedesaan. Koperasi koperasi pedesaan yang mempunyai kegiatan usaha digabungkan dalam bentuk amalgamasi dengan tujuan bahwa dengan amalgamasi/ penyatuan koperasi akan dapat menyeragamkan usaha-usaha koperasi di pedesaan.

Dalam perkembangannyadikeluarkan lagi Inpres No. 4 Tahun 1984yang isinya meliputi:
 1). KUD dibentuk oleh warga desa dari suatu desa atau sekelompok desa-desa yang disebut unit desa, yang dapat merupakan satu kesatuan ekonomi masyarakat terkecil. 
2). Pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat pelayanan kegiatan perekonomian di daerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas sektoral.

Seiring dengan proses reformasi politik dan ekonomi, hak monopoli KUD di pedesaan dihapuskan dengan keluarkannya Inpres Nomor 18 Tahun1998.  Konsekuensinya, KUD dipaksa untuk mandiri dan sekaligus harus siap berkompetisi dengan pendatang baru pelaku ekonomi pedesaan lainnya, sehingga KUD yang mapan dan mandiri yang bisa bertahan, banyak KUD yang mengalami kesulitan. Pada KUD di Jawa Barat terkena dampaknya yaitu sebanyak 139 dari 586 unit KUD  sampai dengan akhir Tahun 2006 menghentikan kegiatannya.

Berdasarkan fenomena diatas maka permasalah dapat dirmuskan sebagai berikut : 
1. Bagaimana profil sikap wirausaha manajer, partisipasi anggota, implementasi strategi pemasaran dan
kinerja usaha koperasi pada KUD di Jawa Barat.
2. Bagaimana hubungan  sikap wirausaha manajer dan partisipasi anggota pada KUD di Jawa Barat.
3. Sejauh mana pengaruh sikap wirausaha manajer dan  partisipasi anggota terhadap implementasi strategi pemasaran  baik secara parsial maupun secara simultan pada KUD  di Jawa Barat.
4. Sejauhmana pengaruh  sikap wirausaha manager dan partisipasi anggota  terhadap kinerja usaha koperasi baik secara parsial maupun secara simultan pada KUD di Jawa Barat.
5. Sejauh mana pengaruh implementasi strategi pemasaran terhadap kinerjausaha koperasi pada KUD di Jawa Barat.


METODE  PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah  penelitian deskriptif (descriptive research) dan penelitian verifikatif (verificative research).  Unit analisisnya Koperasi Unit Desa (KUD) di Provinsi Jawa Barat. Unit observasinya adalah manajer, pengurus dan anggota.  Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan cluster random sampling, sedangkan penentuan unit analisis (KUD) dilakukan dengan rancangan acak sederhana (simple random sampling). Ukuran sampel keseluruhan Manajer 109 responden, pengurus 109 responden, dan anggota sebanyak 218 Responden, total 436 orang responden.  Untuk pengujian dan pengolahan data dialalukan dengan analisis diskriptif dan  menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM)


Nama                      : Christin Destrinawati
NPM/Kelas              : 21211650/2EB10
Tahun                      : 2012
      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar